MAKALAH EFEK KOMUNIKASI MASSA
Muhammad Fahmi A. F100140014/Kelas
A
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Efek Komunikasi Massa
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan inayah Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang Berjudul
“Efek Komunikasi Massa” dengan tepat waktu. Makalah ini telah kami selesaikan
dan kami susun dengan maksimal dengan mengambil berbagai referensi dari buku
dan jurnal yang relevan.
Tujuan utama dari penyusunan makalah ini
adalah
dapat menambah pengetahuan serta pengalaman para pembaca tentang komunikasi
massa khususnya efek yang ditimbulkan oleh komunikasi massa dan juga untuk
memenuhi tugas akhir mata kuliah Teknik Komunikasi.
Kami juga mengucapkan terima
kasih karena tidak dapat dipungkiri bahwa dalam penyusunan makalah ini kami
mendapat bantuan dari berbagai pihak, terutama dosen pengampu mata kuliah
teknik komunikasi, bapak Drs. Sholeh Amini, M.Si.
Karena keterbatasan
pengetahuan dan pengalaman, kami yakin masih banyak kekurangan di dalam makalah ini. Kritik dan saran yang membangun untuk makalah ini agar menjadi lebih baik sangat kami butuhkan dan hargai dari pembaca demi kesempuraan makalah ini.
Surakarta, 29 Desember
2016
Penyusun
Istilah
komunikasi berasal dari Bahasa latin yaitu “communicatio” yang berarti
pemberitahuan atau pertukaran. Bernard Berelson dan Gary A. Steiner dikutip
oleh Wiryanto (2004:7) mengatakan bahwa “komumikasi adalah transmisi informasi,
gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya. Tindakan transmisi itulah yang
disebut komunikasi,
Menurut
Harold D. Laswell (Cangara, 2008:19) cara yang tepat untuk menerangkan suatu
tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “siapa yang menyampaikan, apa
yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa, dana apa pengaruhnya”.Beberapa
definisi diatas menunjukan bahwa komunikasi merupakan proses penyampaian
informasi kepada satu penerima atau lebih dengan maksud dan tujuan tertentu.
Perkembangan
teknologi yang sangat pesat telah membawa kita pada era komunikasi massa sejak
ditemukannya mesin cetak guttenberg yang memungkinkan diproduksinya buku-buku
secara massal hingga puncak era komunikasi dengan ditemukannya internet.
Penemuan-penemuan tersebut menjadi cikal bakal yang melandasi munculnya surat
kabar, radio, film, televisi, hingga teknologi informasi berbasis jaringan
seperti internet.
Wilbur
Schramm menyatakan bahwa luas sempitnya ruang kehidupan seseorang ditentukan
oleh kemampuan baca tulis, kemudian ditentukan oleh seberapa banyak ia
berinteraksi dengan media massa. Dapat diartikan bahwa komunikasi massa
memiliki pengaruh terhadapn kehidupan manusia. Steven M. Chafee mengemukakan
bahwa terdapat beberapa pendekatan yang diperlukan untuk melihat efek
komunikasi massa seperti perubahan perasaan atau sikap, perubahan kognitif,
afektif dan behavioral. Dalam kesempatan ini kami akan sedikit mengemukakan
beberapa efek dari komunikasi massa.
a.
Apa
efek media massa bagi khalayak?
b.
Apa
efek komunikasi massa terhadap individu, masayrakat sosial, dan kebudayaan?
a.
Untuk
memenuhi tugas akhir mata kuliah Teknik Komunikasi
b.
Unrtuk
memperluas pengetahuan dan menambah pengalaman bagi para pembaca tentang apa
saja efek dari komunikasi massa.
Steven M.
Chafee berpendapat seperti yang dikutip Jalaludin Rakhmat, bahwa ada empat efek
komunikasi massa, yaitu efek kehadiran media massa, efek kognitif komunikasi
massa, efek afektif komunikasi massa, dan efek behavioral komunikasi massa.
Dalam makalah ini kami mengelompokkan efek kognitif, afektif, dan behavioral
kedalam efek komunikasi massa terhadap individu dan menambahkan dua efek yang
lain yaitu efek komunikasi massa terhadap masyarakat dan efek komunikasi
masyarakat terhadap budaya.
Mc Luhan berpendapat dalam teorinya bahwa media massa
adalah perluasan dari alat indera manusia; telepon adalah perpanjangan dari telinga
dan televisi adalah perpanjangan mata. Beberapa efek dari kehadiran media massa
yang dapat kita saksikan di masyarakat terutama di desa misalnya kehadiran
televisi yang meningkatkan status sosial pemiliknya. Televisi juga menimbulkan
pengaruh yang besar terhadap aktivitas sehari-hari yang sudah terjadwal seperti
kehadiran televise telah mengurangi waktu bermain, membaca, belajar, dan
beristirahat.
Steven M. Chafee juga mengutarakan pendapatnya mengenai efek kehadiran
media massa yang meliputi
a.
Efek
ekonomis
Kehadiran media massa dapat menggerakkan berbagai usaha produksi,
distribusi, dan juga konsumsi. Misalnya, kehadiran stasiun televisi yang dapat
membuka lapangan pekerjaan bagi para juru kamera, penata rias, wartawan dll.
b.
Efek
sosial
Kehadiran media massa dapat mengakibatkan pada perubahan struktur atau
interaksi sosial. Seperti yang sudah disampaikan di atas bahwa kehadiran
televise dapat meningkatkan status sosial pemiliknya.
c.
Efek
penjadwalan kembali kegiatan sehari-hari
Terlihat di dalam berbagai studi atau penelitian tentang pengaruh
televisi. Contohnya dalam penelitian pengaruh televise yang dilakukan pada
masyarakat desa di Sulawesi Utara, melaporkan bahwa semenjak adanya televise,
mereka mengubah jam tidur mereka karena sering menonton televise hingga larut
malam.
d.
Efek
penyaluran atau penghilangan perasaan tertentu
Media massa semisal televise dapat dijadikan sebagai penghilang rasa
kesepian atau penghilang rasa sedih. Hal ini menandakan bahwa media massa dapat
dijadikan sebagai penghilang atau penyalur perasaan tertentu.
e.
Efek
perasaan orang terhadap media
Tumbuhnya perasaan senang atau percaya pada media massa terntu mungkin
erat kaitannya dengan pengalaman individu bersama media massa tersebut, boleh
jadi faktor isi pesan mula-mula amat berpengaruh, tetapi kemudian jenis media
itu yang diperhataikan, apapun yang disiarkannya. Kehadiran mia massa bukan
saja menghilangkan perasaan, ia pun menumbuhkan perasaan tertentu.
Tidak dapat dipungkiri komunikasi massa memberikan
pengaruh yang sangat besar terhadap seorang individu ditinjau dari aspek
kognitif, afektif, dan behavioral.
a.
Efek
Kognitif
Efek kognitif komunikasi massa berkaitan erat dengan
pembentukan dan perubahan citra. Citra adalah gambaran tentang realitas dan
tidak harus sesuai dengan realitas. Citra terbentuk berdasarkan informasi yang
kita terima dan media massa bekerja untuk menyampaikannya. Komunikasi massa
memberikan informasi, perincian, analisis, dan tinjauan mendalam tentang
berbagai peristiwa sehingga dapat memberntuk citra sesuatu bahkan mengubah
citra tersebut.
Gerbner dalam penelitiannya melaporkan berkenaan
dengan persepsi penonton televise kelas berat cenderung memandang lebih banyak
orang yang berbuat jahat, lebih merasa bahwa orang-orang cenderung memikirkan
dirinya sendiri.
b.
Efek
Afektif
Efek ini bermakna pengaruh komunikasi massa dalam
mempengaruhi pembentukan dan perubahan sikap. Informasi
yang disampaikan melalui media massa dapat membentuk sikap seseorang terhadap
sesuatu yang diinformasikan
Rangsangan yang terdapat dalam sebuah informasi (seperti film, novel,
sandiwara) yang disampaikan melalui media massa yang digunakan untuk menyentuh
emosi kita.
Efek
ini kadarnya lebih tinggi daripada Efek Kognitif. Tujuan dari komunikasi massa
bukan hanya sekedar memberitahu kepada khalayak agar menjadi tahu tentang
sesuatu, tetapi lebih dari itu, setelah mengetahui informasi yang diterimanya,
khalayak diharapkan dapat merasakannya.
Beberapa pandangan dari segi afektif
pengaruh komunikasi massa; komunikasi massa biasanya memperkokoh sikap dan
pendapat yang ada, walaupun kadang berfungsi sebagai pengubah; komunikasi massa
cukup efektif dalam mengubah sikap pada bidang-bidang dimana pendapat orang
lemah;komunikasi massa
cukup efektif dalam menciptakan pendapat tentang masalah-masalah baru bila
tidak ada predisposisi yang harus diperteguh. Predisposisi mengacu pada
karakteristik pribadi seseorang
c. Efek Behavioral
Menurut teori belajar yang dikemukakan oleh Bandura, kita belajar bukan
hanya dari pengalaman lanmgsung saja melainkan juga dari peniruan atau
modelling. Jadi, orang cenderung menirukan perilaku yang diamatinya. Misalnya
dewasa ini, keterampilan-keterampilan yang bisa didapatkan dari saluran-saluran
interpersonal: orang tua, atasan, pelatih, atau guru kini dapat diperoleh dari
berbagai media massa seperti surat kabar yang menyajikan bagi para pembacanya
berbagai keterampilan. Buku teks yang menyajikan petunjuk penugasan secara
sistematis. Majalah profesi yang memberikan tips-tips.
Media
massa secara pasti mempengaruhi pemikiran dan tindakan khalayak. Media
membentuk opini publik untuk membawakannya pada perubahan yang signifikan.
Kampanye nasional larangan merokok di tempat-tempat umum memiliki kekuatan pada
pertengahan tahun 1990-an dengan membanjirnya berita-berita tentang bahaya
merokok bagi perokok pasif. Disini secara instant komunikasi massa
melalui media massa dapat membentuk kristalisasi opini publik untuk melakukan
tindakan tertentu. Kadang-kadang kekuatan media komunikasi massa hanya sampai
pada ranah tertentu.
Contoh
: Jika seorang remaja menyukai artis favoritnya makan dia bisa saja menggunakan
pakaian atau menggunakan atribut yang dipakai artis tersebut.
Pesatnya perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi seperti media massa, menyebabkan terjadi
perubahan secara cepat dimana-mana. Media massa sedikit demi sedikit membawa
masuk masyarakat ke suatu pola budaya yang baru dan mulai menentukan pola pikir
serta budaya perilaku masyarakat. Keberadaaan media massa dalam menyajikan
informasi cenderung memicu perubahan serta banyak membawa pengaruh pada
penetapan pola hidup masyarakat.
Beragam informasi yang
disajikan dinilai dapat memberi pengaruh yang berwujud positif dan negatif.
Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan masyarakat
terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang
seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.
Media memperlihatkan pada masyarakat bagaimana standar hidup layak bagi seorang
manusia, sehingga secara tidak langsung menyebabkan masyarakat menilai apakah
lingkungan mereka sudah layak atau apakah ia telah memenuhi standar tersebut. Pergeseran
pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media massa dapat terjadi di lingkungan
keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud perubahan pola
tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup. Biasanya seseorang akan meniru segala
sesuatu yang berhubungan dengan idolanya tersebut baik dalam hal berpakaian,
berpenampilan, potongan rambutnya ataupun cara berbicara yang mencerminkan diri
idolanya (Trimarsanto, 1993:8). Hal tersebut diatas cenderung lebih berpengaruh
terhadap generasi muda.
Secara sosio-psikologis, arus informasi yang terus menerpa kehidupan kita akan
menimbulkan berbagai pengaruh terhadap perkembangan jiwa, khususnya untuk
anak-anak dan remaja. Rubrik dari layar TV dan media lainnya yang menyajikan
begitu banyak unsur-unsur kenikmatan dari pagi hingga larut malam membuat
menurunnya minat belajar dikalangan generasi muda. Dari hal tersebut terlihat
bahwa budaya dan pola tingkah laku yang sudah lama tertanam dalam kehidupan
masyarakat mulai pudar dan sedikit demi sedikit mulai diambil perannya oleh
media massa dalam menyajikan informasi-informasi yang berasal dari jaringan
nasional maupun dari luar negeri yang terkadang kurang pas dengan budaya kita
sebagai bangsa timur.
Komunikasi massa berperan
sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan. Salah satu
contohnya adalah komunikassi massa dapat merubah atau dapat menentukan suatu
topic tertentu benar maupun salah, penting maupun tidak penting sesuai dengan
keinginan komunikator massa, seperti yang disebutkan dalam teori agenda setting
yang dikemukakan oleh Maxwell McCombs, Donal L. Shaw (1972)
Masyarakat
akan menganggap suatu isu atau topik itu penting dan benar jika media massa
menyatakan bahwa topik tersebut penting dan benar, sehingga tidak jarang kita
melihat bahwa antara topik-topik yang sedang booming dibicarakan atau
dilakukan oleh masyarakat dengan apa
yang disampaiakan lewat komunikassi massa itu saling berkaitan. Seakan menjadi
budaya dimasyarakat bahwa apa yang
dianggap benar oleh media massa itu juga yang dianggap benar oleh masyarakat.
Di
zaman sekarang madia massa sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting dan
vital, apa yang dibertikan oleh dunia bisa dijangkau oleh siapapun. Bagi
masyarakat kebutuhan informasi sudah menjadi kebutuhan yang tidak kalah dengan
kebutuhan lainnya, hal ini juga didukung oleh munculnya media media yang
semakin cepat dalam memberitakan suatu topic dari media cetak maupun eletronik.
Hal ini sesuai dengan Dependency Theory (teori ketergantungan) yang
dikembangkan oleh Sandra Ball Rokeach dan Melvin L. DeFleur (1976), mereka
memfokuskan perhatiannya pada kondisi struktural suatu masyarakat yang mengatur
kecendrungan terjadinya suatu efek media massa. Teori ini pada dasarnya
merupakan suatu pendekatan struktur sosial yang berangkat dari gagasan mengenai
suatu sifat masyarakat modern (masyarakat massa), di mana media massa dapat
dianggap sebagai sistem informasi yang memiliki peran penting dalam proses
pemeliharaan, perubahan, dan konflik pada tataran masyarakat, kelompok atau
individu dalam aktivitas sosial. Teori ini berasusmsi bahwa semakin masyarakat menggantungkan
kebutuhannya dengan informasi dari media maka semakin penting peran media itu
baginya. Jika dibandingkan lagi dengan kondisi masyarakat di era sebelumnya,
masayarakat di era sekarang memang menggantungkan kebutuhannya pada media,
terlebih dengan fitur fitur media
sekarang yang dapat memabantu dalam pemenuhan kebutuhan dengan cepat dan mudah.
Dengan ini tidak heran budaya masyarakat ketergantungan informasi itu muncul di
era ini
Berdasarkan pembahasan yang
sudah diuraikan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dampak media terhadap
khalayak mahasiswa secara umum adalah:
1. Efek kehadiran media;
sebagian besar mahasiswa memiliki perasaan positif pada media televisi
dibandingkan media lainnya. Karenanya televisi lebih mendapat kepercayaan
sebagai sumber informasi dan hiburan. Efeknya adalah penjadwalan ulang berbagai
kegiatan. Kegiatan mereka, termasuk kuliah, ikut terpengaruh oleh jadwal acara
televisi yang mereka tonton.
2. Efek kognitif komunikasi
massa; Efek kognitif yang positif memberikan wawasan yang luas kepada para
mahasiswa dan membantunya memahami berbagai persoalan. Efek negatifnya adalah
memberikan pandangan yang keliru atau parsial mengenai dunia, juga menanamkan
ideologi tertentu yang akan mempengaruhi sikap dan perilakunya kemudian. Efek
kognitif inilah yang mendasari perubahan sikap dan perilaku seseorang dan
mempengaruhi prioritasnya dalam hidup.
3.Efek afektif komunikasi
massa; selain memberikan informasi,komunikasi massa juga memberikan efek
emosional pada diri khalayaknya.
4. Efek behavioral komunikasi
massa; Sebagian besar, komunikasi massa yang disampaikan oleh media massa
berperan dalam perubahan tingkah laku. Contohnya; peniruan gaya atau imitasi
yang dilakukan oleh pemirsa televisi.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Rakhmat, Jalaluddin (1985), Psikologi
Komunikasi – Edisi Revisi, PT. Remaja
Rosdakarya, cetakan ke dua puluh tiga, Bandung, 2005.
Suprapto,
Tommy, 2009,Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi.
MedPress,Yogyakarta
Tubbs,
Stewart L, Sylvia Moss, 2005. Human Communication Konteks-konteks
Komunikasi.
PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
S.S.
Agung (2008), Studi Kebudayaan dalam Kajian Komunikasi Massa, Jurnal
Komunikasi
Pembangunan, Vol. 06, No. 1
Nugroho,
A. C. (2012). Teori agenda setting dalam ilmu komunikasi. INSANI,
41-48.
Rafiq,
M. (2012). Dependency theory (Melvin L. DeFleur dan Sandra Ball
Rokeach)
. Hikmah, 1-13 Vol. VI.
Belum ada tanggapan untuk "MAKALAH EFEK KOMUNIKASI MASSA TUGAS MATA KULIAH TEKNIK KOMUNIKASI"
Posting Komentar